Setiap manusia tidak pernah luput dari salah dan dosa. Namun, pintu ampunan Allah SWT selalu terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Salah satu cara terindah untuk memohon ampunan adalah melalui sholat taubat nasuha, sebuah ibadah sunnah yang penuh makna.
Jika Anda mencari panduan untuk melaksanakannya, langkah pertama adalah mengetahui niat sholat taubat. Niat ini diucapkan dalam hati atau dilafalkan sebelum takbiratul ihram, sebagai penanda ketulusan untuk bertaubat.
Berikut adalah bacaan niat sholat taubat 2 rakaat yang bisa Anda lafalkan:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat sholat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Memahami Makna Sholat Taubat Nasuha
Sholat taubat nasuha adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat. Istilah “nasuha” berarti taubat yang tulus dan semurni-murninya, dengan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
Perintah untuk bertaubat secara tulus ini tercantum dalam Al-Qur’an, Surah At-Tahrim ayat 8:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)…”
Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang bertaubat. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 222, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.
Tata Cara Sholat Taubat 2 Rakaat
Pelaksanaan sholat taubat pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, dilakukan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Sholat ini dikerjakan secara sendiri-sendiri (munfarid), bukan berjamaah.
Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:
- Bersuci. Dianjurkan untuk berwudhu dengan sempurna. Beberapa ulama bahkan menyarankan untuk mandi besar terlebih dahulu sebelum sholat.
- Membaca Niat. Lafalkan niat sholat taubat seperti yang telah disebutkan di atas. Niat yang sama juga berlaku untuk memohon ampun dari dosa besar seperti zina (niat sholat taubat zina).
- Takbiratul Ihram.
- Membaca Doa Iftitah (sunnah).
- Membaca Surah Al-Fatihah .
- Membaca Surah Pendek dari Al-Qur’an.
- Rukuk, lalu membaca tasbih rukuk.
- I’tidal, lalu membaca doa i’tidal .
- Sujud, lalu membaca tasbih sujud.
- Duduk di antara Dua Sujud, lalu membaca doany .
- Sujud Kedua, lalu membaca tasbih sujud.
- Bangun untuk Rakaat Kedua. Ulangi gerakan seperti pada rakaat pertama, dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
- Tasyahud Akhir, lalu membaca doanya.
- Salam.
Fakta Menarik: Banyak ulama menganjurkan untuk memperpanjang sujud terakhir. Momen ini adalah saat terdekat seorang hamba dengan Tuhannya, sehingga menjadi waktu yang sangat baik untuk bermunajat, mengakui segala dosa, dan memohon ampunan dengan kerendahan hati.
Doa Sholat Taubat yang Dianjurkan
Setelah selesai melaksanakan sholat, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebagai wujud penyesalan . Berikut adalah bacaan doa sholat taubat dan istighfar yang bisa Anda amalkan.
Bacaan Istighfar
Bacalah istighfar berikut sebanyak 100 kali dengan penuh penghayatan.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَآتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa Ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.
Artinya: “Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya.”
Doa Sayyidul Istighfar (Raja Istighfar)
Doa ini disebut sebagai “raja” dari semua doa permohonan ampun karena maknanya yang sangat dalam.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau. Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu… karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberikan ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku…”.
Waktu Terbaik untuk Sholat Taubat
Pada dasarnya, sholat taubat bisa dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam, karena taubat harus disegerakan.
Namun, ada beberapa waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat taubat:
- Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit.
- Saat matahari terbit hingga naik sepenggalah.
- Ketika matahari tepat di tengah hingga condong ke barat.
- Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, bersamaan dengan waktu sholat Tahajud. Pada waktu ini, suasana lebih hening dan hati lebih mudah untuk khusyuk.
Keutamaan Melaksanakan Sholat Taubat
Melaksanakan sholat taubat dengan tulus memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya:
- Diampuni Dosanya oleh Allah SWT: Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang berdosa, lalu berwudhu dengan baik dan sholat dua rakaat, kemudian memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya.
- Dicintai oleh Allah SWT: Seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 222, Allah sangat menyukai orang-orang yang bertaubat.
- Didoakan oleh Para Malaikat: Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Allah.
- Janji Surga: Allah menjanjikan surga bagi mereka yang bertaubat dengan taubat nasuha, sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Tahrim ayat 8.
Jangan pernah menunda untuk bertaubat. Pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali dengan tulus. Semoga panduan ini memudahkan Anda dalam menjalankan sholat taubat dan meraih ampunan-Nya.









